Konfigurasi VLAN (Virtual Local Area Network)


Dalam era globalisasi ini seperti sekarang ini, jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di  setiap perusahaan terdapat jaringan  komputer untuk memperlancar arus  informasi di dalam perusahaan yang ada  tersebut.
Pemanfaatan teknologi jaringan  komputer sebagai media komunikasi data hingga saat ini semakin meningkat.  Kebutuhan atas penggunaan bersama  resources yang ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya berbagai  pengembangan teknologi jaringan itu sendiri.

Seiring dengan semakin tingginya  tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya  pengguna jaringan yang menginginkan  suatu bentuk jaringan yang dapat  memberikan hasil maksimal baik dari segi  efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri. Berlandaskan pada  keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan terus dilakukan  oleh berbagai pihak. Dengan  memanfaatkan berbagai teknik khususnya  teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik antara lain  switch, maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN) yang diharapkan dapat memberikan hasil yang  lebih baik dibanding Local Area Network  (LAN).
Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama. Konfigurasi VLAN itu sendiri dilakukan melalui perangkat lunak (software), sehingga walaupun komputer tersebut berpindah tempat, tetapi ia tetap berada pada jaringan
Dengan menggunakan VLAN, kita dapat melakukan segmentasi jaringan switch berbasis pada fungsi, departemen atau pun tim proyek. Kita dapat juga mengelola jaringan kita sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama walaupun berada dalam lokasi yang berbeda.

Untuk itu, mari kita coba untuk belajar bagaimana cara mensetting VLAN itu sendiri, Check it out.
Konfigurasi VLAN (Virtual Local Area Network)
1.Buka aplikasi “Putty”, pilih Serial dan klik Open.
 
2.Maka akan muncul seperti tampilan dibawah ini, lalu nyalakan switch.  
3.Setelah Switch dinyalakan maka Switch akan menginstall sendiri dan ketik “Menu” (tanpa tanda kutip) untuk masuk ke pengaturan Switch.  
4. Pilih “Switch Configuration”.  
5. Pilih “VLAN Menu”.  
6. Pilih “VLAN Names” 
7. Pilih “Add” untuk membuat nama VLAN baru.   
8. Buat VLAN dengan ID 1 (VLAN 1), beri nama LAN, lalu Save. 
9. Buat satu lagi VLAN dengan ID 10 (VLAN 10), beri nama LAN 2, lalu Save.  
10.Setelah selesai membuat nama VLAN maka akan muncul tampilah berikut ini.  
11.Selanjutnya pembagian port untuk kedua VLAN, dengan masuk ke menu “VLAN Port Assighment”.  

12.Akan muncul tampilah seperti berikut, “No” menandakan bahwa port tidak aktif, untuk mengaktifkannya ganti menjadi “Untagged”.  
13.Pembagian Port dari Port 1-12 untuk LAN (VLAN 1), dan Port 13-24 untuk LAN 2 (VLAN 10).  
14.Setelah itu kembali kemenu sebelumnya dan pilih menu “IP Configuration”, untuk memberi IP Address di masing-masing VLAN .  
15.Beri Gateway Switch : 10.2.9.254, Ip Address VLAN 1 (LAN) : 192.168.1.1, dan Ip Address VLAN 10 (LAN 2) : 192.168.2.2, lalu Save.  

Konfigurasi di PC Client.
Setelah selesai mengkonfigurasi Switch, selanjutnya adalah konfigurasi di PC client. Disini kami akan menggunakan 4 PC client dengan PC 1 dan 2 di LAN (VLAN 1), dan  PC 3 dan 4 di LAN 2 (VLAN 10).

Setting  PC 1 dengan IP seperti berikut :
        IP address : 192.168.1.2
        Subnet Mask : 255.255.255.0
        Default Gateway : 192.168.1.1 (IP VLAN 1)

Setting PC  2 dengan ip seperti berikut :
        IP address : 192.168.1.3
        Subnet Mask : 255.255.255.0
        Default Gateway : 192.168.1.1 (IP VLAN 1)


Setting PC 3 dengan ip seperti berikut :
        IP address : 192.168.2.3
        Subnet Mask : 255.255.255.0
        Default Gateway : 192.168.2.2 (IP VLAN 10)

Setting PC 4 dengan ip seperti berikut :
        IP address : 192.168.2.4
        Subnet Mask : 255.255.255.0
        Default Gateway : 192.168.2.2 (IP VLAN 10)
  

        Jadi PC 1 hanya akan tersambung ke PC 2 dan PC 3 hanya akan tersambung ke PC 4.

Share:

0 komentar